
Patroli Bangsa Nasional . arawang Kemampuan minus, terkait dugaan penyimpangan dana BOS, Mark-Up jumlah siswa, Pungli dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 maupun tentang kegiatan pengadaan fiktif.
“Selanjutnya mengenai, pihak sekolah terima fee sebesar 10% dari rekanan yang mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa disekolah”.
Tentu dengan adanya temuan yang diperoleh berdasarkan data BOS, mengenai dugaan Mark- Up penggunaan anggaran BOS dan Kegiatan pengadaan fiktif disekolah periode Tahun 2025, di SMPN 1 Rengas Dengklok kabupaten Karawang “Terindikasi terjadi penyimpangan sehingga merugikan keuangan negara.
“Kemudian menyangkut pengembangan perpustakaan sebesar Rp.280.493..300 jt T.A 2025 ,- administrasi kegiatan sekolah Rp 224..088..400 jt,-T.A 2025
Pemeliharaan sarana prasarana Sekolah tahap 1 dan 2 T.A 2025 Total Rp 290.551.400 JT,- T.A 2024 Tahap 1 dan 2 Total keseluruhan nya Rp 379.492.000 JT
Pembayaran honor T.A 2025 Total keseluruhan nya Rp 319.200.000 jt
Kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler T.A 2025 tahap 1 dan 2 Total keseluruhan nya Rp 177.261.000 jt
Pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca T.A 2024 tahap 1 dan 2 Total keseluruhan nya Rp 356.206.600,-jt dan Pelaksanaan kegiatan pembelajar bermain T.A 2024 tahap 1 dan 2 Total keseluruhannya Rp 240.805.000
Selain itu di duga pihak sekolah melakukan pungutan uang kas kelas kepada seluruh siswa, dugaan pungutan PPDB, serta pungutan perpisahan siswa.
Termasuk temuan baru soal pengadaan pengadaan alat kebersihan sekolah, menurut sumber yang minta namanya tidak disebutkan, sekolah tersebut diduga menggunakan barang lama yang masih tersimpan di gudang. “Lalu di foto ulang sebagai bahan laporan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) untuk Tri Wulan (TW) berikutnya”.
Mengingat,” kata nara sumber, tidak semua peralatan kebersihan habis terpakai dalam waktu tiga bulan, karena yang lalu saja peralatannya masih dalam kondisi layak pakai.
Sementara Kepala SMPN 1 Rengas Dengklok Karawang saat dikonfirmasi, Senin (08/Febriari/2026) melalui telepon selulernya tidak merespon apa yang dikonfirmasi Sehingga awak media bersurat resmi dari Redaksi Review,sampai saat berita ini di tayangkan belum juga ada jawaban.
Pimpinan Redaksi Patroli bangsa Nasional , Longgur sumanjuntak saat dimintai tanggapanpnya terkait dugaan penyelewengan dan mark up dana BOS mengatakan akan menindaklanjuti melaporkan ke Inspektorat hingga Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawabarat“Jika memang terbukti dan siap mempublikasikan ke beberapa media lagi yg dibawah naungan nya agar oknum kepala sekolah dilaporkan ke APH agar ada efek jera,” kata Longgur Simanjuntak dengan tegasnya
“Perlu untuk diketahui, sebelumnya ada satu hal yang ganjil terjadi dalam persoalan ini, kepala sekolah bukannya memberikan jawaban atas apa yang dipertanyakan. (Red

This post have 0 comments
EmoticonEmoticon