Jakarta(PATROLI BANGSA NASIONAL)– Seputar kegiatan proyek APBD tahun 2025 dan 2026 Ajang pemikiran dari Sekretaris Dewan DPRD DK Jakarta, Agustinus yang memiliki jiwa dan pemikiran disinyalir strategi merampok uang rakyat melalui APBD
Berdasarkan hasil investigasi terhendus adanya skema jahat yang terstruktur, sistematis, dan masif, dimana Rehab gedung senilai Rp 49,6 miliar pada tahun 2025 sengaja dipecah menjadi 19 paket kontrak kecil untuk menghindari tender terbuka dan memuluskan pengkondisian rekanan tertentu.
Dari sumber yang dipercaya bahwa adanya fee 30 persen pada setiap kegiatan proyek .
Selanjutnya dalam
Praktik splitting projeck ini jelas merupakan pelanggaran serius Perpres Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang tujuannya hanya untuk bagi-bagi “kue” proyek, yang kami duga kuat dibarengi dengan setoran dimuka, sehingga mengorbankan kualitas fisik pekerjaan di lapangan.
Ketidak wajaran ini berlanjut pada rencana anggaran tahun 2026 senilai Rp 13 miliar yang di alokasikan untuk hal seremonial dan pemborosan yang melukai hati masyarakat.
Sangat tidak masuk akal ketika uang rakyat miliaran rupiah dihamburkxn hanya untuk penayangan ucapan hari raya di videotron, SMS location based advertising, hingga sewa pengharum ruangan otomatis yxng nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Bahkan fasilitas kebugaran dan pendampingan olahraga pimpinan dewan pun harus membebani APBD. Hal ini menunjukkan kurang empati pejabat terhadap prioritas layanan publik yang lebih mendesak. Kami menduga kuat, ada aliran dana ke pejabat di sekretariat DPRD DKI demi memuluskan kejahatan anggaran ini.
Kegiatan tahun 2025, skema pecah paket proyek yang sarat kejanggalan :
1. Rehabilitasi gedung yang dipreteli. Anggaran sebesar Rp 49,6 miliar untuk satu alamat gedung yang sama, justru dipecah menjadi 19 paket kontrak berbeda.
2. Pemisahan Ruang Komisi dan Lantai : Pekerjaan seperti rehab lantai 8, ruang humas, hingga ruang komisi A, D dan Komisi E dibuat dg kontrak terpisah- pisah, untuk menghindari tender terbuka, demi penunjukkan kepada rekanan tertentu.
3. Rehabilitasi Area Marjinal : Terdapat alokasi untuk hal spesifik seperti Rehabilitasi Area Taman Samping dan Rehab Ruang Pamdal Basement, masing- masing di patok di angka hampir 200 juta, angka untuk batas maksimal Pengadaan Langsung tanpa tender.
Kegiatan tahun 2026 : Pesta Seremonial dan Wewangian.
1. Terdapat 3 paket pengadaan sewa pengharum otomatis dan difuser, yang jika ditotal lebih dari 600 juta setahun.
2. Ucapan Seremonial Miliaran Rupiah : Penggunaan Videotron untuk ucapan Selamat I’dul Fitri dan Hari Pahlawan menelan biaya fantastis, masing-masing mencapai 1,3 miliar, dengan durasi tayang singkat.
3. Promosi via SMS via dan Banner Online : Belanja SMS Location Based Advertising (LBA) sebesar Rp 659 juta dan berbagai Banner Online Pimpinan dewan mencapai ratusan juta rupiah.
4. Fasilitas Kebugaran Eksklusif : Jasa Pendampingan Olahraga dan Fasilitas Kebugaran Pimpinan DPRD senilai Rp 222 juta per orang per tahun.
5. Jasa Penulisan Ulang : Paket Artikel Release Rewrite senilai Rp 342 juta.
Berdasarkan fakta diatas, diduga dana APBD digunakan untuk hal yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat
Agustinus selaku Seketaris dewan DPRD DKI, sebagai pengguna anggaran terkesan tutup mulut alias no coment hingga berita ini dituangkan.(TIM/RER)

This post have 0 comments
EmoticonEmoticon