JAKARTA BARAT Patroli Bangsa Nasional — Praktik penyalahgunaan dan perniagaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga berjalan secara terbuka dan masif di kawasan Jalan Daan Mogot, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Puluhan mobil tangki kerap terlihat mondar-mandir mengangkut solar subsidi dalam jumlah besar tanpa dokumen resmi, diduga diatur oleh jaringan mafia yang dipimpin sosok bernama Ronald Rote, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat .
Berdasarkan pantauan awak media dan pengakuan warga sekitar, aktivitas pengisian, pengangkutan, hingga penimbunan solar subsidi menggunakan mobil tangki dan truk tangki modifikasi berlangsung setiap hari di lokasi tersebut. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga membeli solar subsidi di sejumlah SPBU, lalu mengangkutnya ke tempat penimbunan tersembunyi untuk kemudian dijual kembali dengan harga jauh di atas harga patokan pemerintah .
"Setiap hari truk tangki keluar masuk di sini. Semua warga tahu siapa yang mengatur permainan ini. Namanya Ronald Rote, dialah yang menjadi otak. Mobil tangki itu mengangkut solar subsidi dalam jumlah ribuan liter, lalu dijual kembali dengan harga mahal. Tapi anehnya, sampai hari ini aparat tidak pernah menindak, seolah-olah tutup mata," ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan saat diwawancarai awak media di lokasi, Rabu (3/9/2026).
Warga mempertanyakan ketiadaan pengawasan dari pihak berwenang. Padahal, pengangkutan BBM subsidi menggunakan mobil tangki tanpa izin dan dokumen resmi merupakan pelanggaran berat yang melanggar UU Minyak dan Gas Bumi serta Perpres No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Pelaku yang terbukti dapat dijerat pidana penjara hingga 6 tahun dan denda miliaran rupiah.
Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya — mobil tangki yang diduga mengangkut solar subsidi ilegal justru beroperasi dengan leluasa tanpa ada pemeriksaan atau penggeledahan dari aparat kepolisian maupun petugas BPH Migas. Hal ini memicu kecurigaan kuat adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu, termasuk oknum aparat penegak hukum.
"Kami sudah sering melihat mobil tangki bermuatan solar subsidi parkir dan bongkar muat di area ini. Tidak ada yang berani menegur. Kami minta Polri turun langsung ke lapangan, jangan biarkan mafia ini terus merugikan negara dan rakyat kecil. Solar subsidi itu hak rakyat, bukan komoditas untuk diperjualbelikan secara ilegal oleh jaringan tertentu," tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum berhasil meminta keterangan dari pihak kepolisian terkait aktivitas mobil tangki ilegal tersebut. Warga berharap pihak berwenang tidak lagi menutup mata dan segera mengusut tuntas kasus ini, termasuk jika terbukti ada oknum aparat yang ikut melindungi praktik kejahatan tersebut.
(Andi)


This post have 0 comments
EmoticonEmoticon