JAKARTA Patroli Bangsa Nasional – SMK Negeri (SMKN) 47 Jakarta yang beralamat diJalan Raya Condet Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belakangan ini menjadi pusat perhatian dan kerap dikunjungi awak media. Kunjungan wartawan itu diduga kuat berkaitan dengan sejumlah masalah dan persoalan internal yang berulang muncul di sekolah tersebut, namun hingga kini belum ada satu pun yang terungkap ke publik secara terbuka .
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber di lingkungan sekolah dan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), alasan mengapa kasus-kasus di SMKN 47 Jakarta tidak pernah terungkap adalah karena cara penyelesaian yang ditempuh kepala sekolah, Hasan Kuswana. Disebutkan, Hasan kerap menyelesaikan setiap masalah, keluhan, atau sengketa yang ada dengan cara tidak resmi atau dikenal sebagai “lewat bawah meja”.
“Setiap kali ada masalah, ada laporan dari warga sekolah, orang tua siswa, atau ada LSM dan wartawan yang mau mengangkat berita, Pak Hasan selalu minta bertemu secara tertutup. Hasilnya, masalah selesai diam-diam, tidak ada laporan resmi, dan tidak pernah diberitakan ke publik,” ungkap salah satu narasumber yang meminta namanya tidak dicantumkan, Selasa (26/5/2026).
Praktik ini diduga dilakukan agar nama sekolah dan dirinya sendiri tetap bersih di mata publik dan dinas terkait. Padahal, dugaan yang beredar menyebutkan ada indikasi penyalahgunaan jabatan dan wewenang yang dilakukan pimpinan sekolah dalam mengelola anggaran, pengambilan keputusan, hingga penanganan pelanggaran di lingkungan pendidikan.
Menurut narasumber lain, pihak-pihak yang awalnya berniat melapor atau mempublikasikan fakta yang ada, akhirnya urung karena diberi penawaran penyelesaian damai yang menguntungkan kedua belah pihak. Akibatnya, persoalan yang sebenarnya serius tertutup rapat dan tidak bisa diketahui masyarakat luas.
“Sudah berkali-kali terjadi pola yang sama. Begitu ada yang mau lapor ke dinas atau bawa ke media, langsung dipanggil, dibicarakan empat mata, dan selesai di situ saja. Tidak ada transparansi, tidak ada pertanggungjawaban terbuka. Ini sudah jadi kebiasaan sejak beliau memimpin sekolah ini,” tambah sumber tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Hasan Kuswana maupun pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkait dugaan penyalahgunaan jabatan dan cara penyelesaian masalah yang diduga dilakukan secara tertutup tersebut. Namun, laporan dan keluhan dari pihak internal sekolah dikabarkan mulai bertambah banyak dan akan segera dilaporkan secara resmi ke pihak berwenang agar ditindaklanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
Wartawan berusaha mengonfirmasi langsung ke lokasi sekolah, namun belum berhasil bertemu dengan Hasan Kuswana maupun pejabat berwenang lainnya. Pihak sekolah juga belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang berkembang ini.
Masih dikembangkan...


This post have 0 comments
EmoticonEmoticon